3 Alasan Kamu Harus Segera Lunasi Hutangmu!

3 Alasan Kamu Harus Segera Lunasi Hutangmu!

Memiliki utang memang manusiawi, api jangan biarkan hal ini sampai jadi kebiasaan. Kebanyakan orang sangat mudah memberikan pinjaman dan mau berutang. Namun tak sedikit yang membiarkannya menjadi menumpuk.

Hindari Kebiasaan Ini Agar Hutang Tidak Semakin Bertumpuk - Maucash

Rasa canggung dan tidak enak sering kali menjadi dilematis si penagih untuk meminta lagi haknya. Masalah klasik ini rupanya juga memiliki risiko jangka panjang. Yuk kenali kenapa harus lunasi utang yang kamu punya.

1. Supaya Kamu Tidak Punya Kebiasaan Menumpuk utang.

Membiarkan utangmu terus-menerus akan membuatmu jadi pribadi yang suka menumpuk utang. Padahal jika ditelisik lebih jauh, semakin banyak utangmu yang kamu biarkan, semakin besar beban yang kamu tanggung.

Ada hak orang lain yang kini tengah engkau pikul. Jadi, selama kamu memungkinkan untuk membayar, segerakan untuk melakukannya.

2. Menjaga Nama Baikmu.

Menjadi penunggak hutang akan membuat reputasimu buruk. Akan banyak omongan orang yang akan silih berganti membicarakan kebiasaanmu yang tak segera membayar hutang. Jangan biarkan masalah utang mencorong citramu dimata orang lain. 

3. Menjaga Hubungan Baik dengan Orang yang Membantu Financial Kamu.

Organisasi Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menyentil Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang belum bisa menemukan solusi untuk mengurangi kepadatan narapidana yang bahkan bisa melampaui kapasitas di lembaga pemasyarakatan. Padahal, Yasonna nyaris duduk sebagai Menkum HAM sehingga ia tahu betul permasalahan akut di dalam lapas.

“Hampir tujuh tahun menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM mestinya tidak ada alasan kebijakan yang kami usulkan tidak bisa didorong untuk diimplementasikan dengan segera,” ungkap peneliti ICJR, Maidina Rahmawati melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 11 September 2021.

Usulan pertama, ICJR mengusulkan agar Menkum HAM Yasonna segera memberikan amnesti atau grasi massal bagi napi yang terjerat kasus narkotika. Pada 2019 lalu, Yasonna pernah mengusulkan gagasan tersebut.

“Kami mendukung penuh atas langkah tersebut. ICJR juga memberikan catatan untuk menjamin langkah ini sejalan dengan pendekatan kesehatan yaitu harus ada tim untuk melakukan asesmen pengguna narkotika,” kata dia lagi.

Menurut Maidina, ada kekeliruan di dalam Undang-Undang Narkotika, di mana semua napi terkait kasus narkotika tetap dijerat bui. “Apabila ada indikasi penggunaan dan atau kepemilikan narkotika untuk kepentingan pribadi, maka (napi) harus segera dikeluarkan dari lapas,” ujarnya.

Ia menambahkan bila pengguna narkotika mengalami ketergantungan maka harus diberikan hak rehabilitasi dengan pendekatan kesehatan. Bukan malah dibui. Rehabilitasi pun tidak harus dilakukan di rumah sakit, tetapi bisa dilakukan dengan rawat jalan.

“Ini juga bisa menghemat biaya negara,” kata dia.


Kamu Owner bisnis online tapi masih ngurusin Sosial Media Sendiri?

Dari pada kamu pusing mikir gimana cara optimasi Sosial Media, mending kamu serahin aja Sosial Media kamu ke @markazdigital.com. Dengan jaminan sosial media berkualitas, kamu bisa tenang urusin manajemen usaha kamu.

Hubungi Kami di 0822-2822-2204 atau Klik Disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *